Posted by : Tunjung Pawestri Monday, July 29, 2013

Bismillahirrohmanirrohim.

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Kitab (Al-Qur’an) yang tidak ada kebengkokan di dalamnya.

source: wikipedia indonesia
Sesungguhnya Allah SWT telah memberikan karunia kepada makhluk-Nya, khususnya kepada orang-orang  mukmin, dengan mengutus seorang rasul yang mulia, dan juga telah menurunkan bersamanya sebuah kitab suci yang paling mulia dan yang paling akhir serta sebagai pengawas bagi kitab-kitab yang datang sebelumnya.
            Allah SWT berfirman:
لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِي  (١٦٤
 Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. Ali’Imran: 164)  
Kitab inilah yang menjadi pengawas bagi kitab-kitab yang datang sebelumnya. Allah berfirman:
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ (٤٨
Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. (QS. Al-Maidah: 48)
Ibnu Hajar berkata: “Al-Qur’an adalah pemegang amanah dari kitab-kitab yang terdahulu. Apa yang mencocoki al-Qur’an dari kitab-kitab tersebut maka itulah kebenaran dan apa saja yang menyelisihinya maka itulah kebatilan.”

Apa itu al-Qur’an?
Al-Qur’an asal katanya adalah قارئا ~ قرآنا. Dan diantara yang menunjukkan hal itu adalah firman Allah Ta’ala:
إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ (١٨) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ (١٩
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya. (QS. al-Qiyamah: 17-19)
Bacaan yang dibaca itu juga dinamakan dengan qur’an, sebagaimana firman Allah:
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (٩٨
Apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. (QS. an-Nahl: 98)
Dan al-Qur’an adalah kalam Allah yang sebenarnya, baik lafazhnya maupun maknanya dari Allah. Dia telah menurunkan atas hamba-Nya, Muhammad SAW, sebagai wahyu. Al-Qur’an itu diturunkan dari sisi Allah SWT dan dia bukanlah makhluk yang diciptakan. Allah SWT berfirman:
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (١
Kitab (Al Quran ini) diturunkan oleh Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. az-Zumar: 1)
Dan firman-Nya:
قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ … (١٠٢
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Robbmu". (QS. an-Nahl: 102)
Dan firman-Nya:
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلً (١٠٦
Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (QS. Al-Isro’: 106)

Al-Qur’an dan Keagungannya
Diantara keagungan-keagungan al-Qur’an ialah:
1.     Ialah Kitab Suci yang memiliki banyak nama dan sifat
Sungguh, Allah SWT telah menamakan al-Qur’an ini dengan berbagai nama di dalam al-Qur’an itu sendiri, serta menyifatinya dengan bermacam-macam sifat. Semua ini menunjukkan kepada kita tentang keutamaan dan keagungan kitab suci ini.
Diantara nama-nama tersebut ialah al-Qur’an, al-Furqon (pembeda), al-Kitab, al-Huda (petunjuk), an-Nur (cahaya), asy-Syifa’ (obat), al-Bayan (penerang), al-Mau’izhoh (nasihat), ar-Rohmah (kasih sayang), al-Basho’ir (bukti yang nyata), al-Balagh (petunjuk yang lengkap), al-Arobiy (yang berbahasa Arab), al-Mubin (jelas), al-Karim (mulia), al-Azhim (yang agung), al-Majid (yang mulia), al-Mubarok (yang diberkahi), at-Tanzil (yang diturunkan), ash-Shirotol Mustaqim (jalan yang lurus), adz-Dzikril Hakim (dzikir yang penuh hikmah). Dialah tali Allah, pengingat, dan kabar gembira, yang membenarkan terhadap apa-apa yang sebelumnya dari kitab-kitab terdahulu, yang mengoreksi atasnya. Dan dia adalah al-matsani yang terulang-ulang. Si dalamnya terdapat berbagai penjelasan tentang berbagai hal dan penjelas segala sesuatu. Tiada keraguan dan kebengkokan di dalamnya.
Allah SWT berfirman :
 قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (٢٨)
 (Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa. (QS. az-Zumar : 28)
Betapa banyak ayat-ayat al-Qur’an yang di dalamnya terdapat nama-nama untuk al-Qur’an yang agung ini beserta sifatnya yang menjelaskan kepada kita betapa agung kedudukannya serta besar kemuliannya.
Allah SWT berfirman:
وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ  ( ٢٧
Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Lukman: 27)
2.     Dan diantara kekhususan kitab yang mulia ini adalah bahwa Allah SWT berjanji senantiasa menjaganya
Allah SWT tidak mengamanahkan penjagaannya kepada satu makhluk-Nya pun. Allah SWT berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (٩
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (QS. al-Hijr: 09)
بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ (٢١) فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ (٢٢)
Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al Quran yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuzh. (QS. al-Buruj: 21-22)
Maka Allah menyifatinya dengan penjagaan di dalam tempatnya dan menjaganya dari penambahan, pengurangan, serta penggantian.
3.     Al-Qur’an ialah kitab Allah yang mulia, penyelamat dari berbagai fitnah (ujian)
Dialah teman akrab orang mukmin, cahaya hatinya, penyejuk dadanya, pelenyap duka dan lara. Di dalam kitab Allah terdapat berita orang-orang sebelum kita, orang-orang yang akan datang setelah kita, serta putusan diantara kita. Dia adalah perkataan yang jelas, bukan mainan. Barangsiapa yang meninggalkannya karena sombong maka Allah akan menghancurkan dia. Dan barangsiapa yang mencari petunjuk selainnya maka Allah akan sesatkan dia.
4.     Tali Allah yang sangat kuat serta dzikir yang penuh hikmah
Dialah jalan yang lurus dengannya lah hawa nafsu tidak akan bisa melenceng dan lisan tidak akan bisa rancu. Para ulama tidak akan pernah puas dari membaca, menghafal dan memahaminya, ia tidak dibuat karena banyaknya penolakan, keajaibannya tidak akan pernah pupus, dan pelajarannya tidak akan pernah habis.
5.     Ialah kitab suci yang telah didengar oleh jin, yang mana sebelum selesai bacaannya jin tadi lekas berkata:
فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا (١
Lalu mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan.” (QS. al-Jin: 1)
6.     Ialah kitab suci yang barangsiapa yang berkata dengannya maka ia telah benar (dalam ucapannya)
Barangsiapa yang berhukum dengannya maka ia akan menjadi adil, dan siapa saja yang mengamalkannya maka ia akan diberi pahala. Barangsiapa yang menyeru kepadanya maka ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
7.     Dia adalah ayat-ayat (tanda dari Allah) terbesar dan mukjizat teragung yang telah diberikan kepada Nabi kita Muhammad SAW
“Tidak ada satu nabi pun kecuali telah diberikan kepadanya beberapa ayat (tanda dari Allah) yang dengan itu manusia akan beriman dengannya. Maka, aku hanya diberikan wahyu yang telah Allah wahyukan kepadaku. Aku berharap akan mempunyai pengikut yang paling banyak di hari kiamat. (HR. Bukhori 6/ 97 dan Muslim 152)
8.     Ialah al-Qur’an yang lafazh serta penjelasannya merupakan mu’jizat
Allah berfirman:
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (٢٣
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (QS. al-Baqarah: 23)
9.     Ialah mukjizat di dalam kemudahan bacaannya.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ (١٧
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS. al-Qomar: 17)
10.  Ialah mukjizat di dalam apa saja yang terkandung di dalamnya dari cerita-cerita umat-umat terdahulu agar kita mengambil pelajaran darinya
Allah SWT berfirman:
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَٰذَا الْقُرْآنَ وَإِنْ كُنْتَ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِي (٣
Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui. (QS. Yusuf: 03)
Dan dalam firman-Nya:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى  وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (١١١
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS. Yusuf: 111)
11.  Ia juga mukjizat dalam apa saja yang terkandung di dalamnya dari akidah dan syariat-syariat agama ini untuk kita laksanakan
Allah SWT berfirman:
الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (١
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. Ibrahim: 1)
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِي … (٨٩
Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. (QS. an-Nahl: 89)
12.  Dan ialah mukjizat akan hal-hal ghoib yang telah dikandungnya untk kita imani dan untuk kita berserah diri kepadanya
Firman Allah SWT:
الم (١) ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِي (٢) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (٣
Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS. al-Baqarah: 1-3)
13.  Ia merupakan sebuah ayat yang terang dan huj-jah yang kuat semenjak diutusnya Rasulullah SAW hingga Allah berkenan untuk mengangkatnya
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا (٨٨
Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain". (QS. al-Isro: 88)
14.  Dengannya pula Allah telah menganugerahkan kepada Nabi-Nya:
وَلَقَدْ آتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنَ الْعَظِيمَ (٨٧
Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung. (QS. al-Hijr: 87)
15.  Ia menunjuki kepada jalan dan metode yang lurus
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ … (٩
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. (QS. al-Isro’: 09)
16.  Dan sesungguhnya dalam membaca kitab ini juga terdapat pahala yang sangat agung serta keutamaan yang sangat besar. Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ (٢٩) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ  فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ (٣٠
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS. Fathir: 29-30)
Dan dari Abdulloh bin Mas’ud RA berkata, Nabi SAW bersabda:
قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari al-Qur’an maka baginya sebuah kebaikan, dan kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alil laam miim satu huruf, akan tetapi alif satu huruf, laam satu hurf, dan miim satu huruf.”

17.  Orang yang ahli al-Qur’an dialah yang dikedepankan dunia dan akhirat
Merekalah orang yang termulia dan terhormat. Dari Umar bin Khotob RA bahwa Nabi SAW bersabda:
إِنَ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَاماً وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ
“Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan al-Qur’an dan merendahkan kaum yang lain juga dengan al-Qur’an.” (HR. Muslim 817)
Dari Abu Mas’ud al-Anshori al-Badri RA bahwa Nabi SAW bersabda:
يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ
“Hendaknya yang mengimami suatu kaum itu orang yang paling hafal kitab Allah (al-Qur’an)” (HR. Muslim 673)
Berkata Ibnu Abbas RA: “Dahulu para penghafal al-Qur’an adalah teman bermajelis dan bermusyawarahnya Umar, baik tua maupum muda.” (HR. Bukhori 8/ 141)
Dari Abu Musa al-Asy’ari RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Termasuk pemuliaan Allah adalah memuliakan orang muslim yang berilmu, dan penghafal al-Qur’an dengan tanpa berlebih-lebihan atau meremehkannya, dan memuliakan pemimpin yang adil.” (HR. Abu Dawud 4843, dan dihasankan oleh an-Nawawi)
18.  Adapun di akhirat, maka pahala membacanya serta mengamalkannya jauh lebih agung dari semuanya. Dari Aisyah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَؤُهُ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ فَلَهُ أَجْرَانِ اثْنَانِ
“Orang yang mahir terhadap al-Qur’an bersama malaikat yang mulia lagi baik. Dan orang yang membaca al-Qur’an dengan tersendat-sendat, yang mana hal itu berat baginya, maka untuknya dua pahala.” (HR. Bukhori 6/80, dan Muslim 797)
Dari Abu Umamah al-Bahili RA berkata: “Saya mendengar Nabi SAW bersabda:
الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لأَصَحَابِهِ
Bacalah al-Qur’an. Sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at untuk pembacanya.“ (HR. Muslim 804)
19.  Dan ahli al-Qur’an lebih didahulukan masuk pintu akhirat (kuburan)
Sahabat Jabir bin Abdillah RA berkata:
Nabi SAW menggabungkan antara dua orang yang gugur dalam perang Uhud dalam sebuah kain, kemudian bersabda: “Siapa di antara mereka yang paling banyak hafalan al-Qur’annya?” Tiba-tiba ada yang menunjuk kepada salah satu di antara keduanya, lalu Nabi mendahulukan memasukkannya ke liang lahad. (HR. Bukhori 2/93)
20.  Dan ahli al-Qur’an itu akan senantiasa naik kedudukannya di surga sesuai dengan apa yang ia ambil dari al-Qur’an
Sahabat Abu Umamah al-Bahili mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda: “Dikatakan kepada ahli al-Qur’an: ‘Bacalah dan naiklah, dan lantunkanlah sebagaimana engkau melantunkannya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu pada akhir ayat yang engkau baca.’” (HR. Abu Dawud 1464, at-Tirmidzi 2914, dan beliau berkata: hadits ini hasan shohih)
21.  Tidak diragukan lagi bahwa mengambil perhatian untuk menghafal al-Qur’an termasuk cita-cita yangpaling mulia, karema pahalanya yang sangat agung, dan telah datang sifat umat ini di dalam kitab-kitab yang terdahulu bahwa kitab mereka ada pada dada-dada mereka
Beginilah, dan Allah juga telah memberitakan di dalam al-Qur’an bahwa kitab ini terjaga dalam dada-dada mereka. Allah SWT berfirman:
 وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ (٤٨) بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ  بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ (٤٩
Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al Quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu). Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. (QS. al-Ankabut: 48-49)
22.  Nabi SAW memberi permisalan terhadap orang yang tidak menghafal sedikitpun dari al-Qur’an seperti rumah yang rusak.
Sahabat Ibnu Abbas RA berkata bahwa Nabi SAW bersabda:
“Sesungguhnya orang yang tidak ada di dadanya sedikit pun dari al-Qur’an seperti rumah yang rusak.” (HR. Tirmidzi 2913)


Nah, bagaimana saudara-saudari muslim di luar sana? Sudahkah membaca al-Qur’an hari ini?

Leave a Reply


Komentar DAHSYAT

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Virtual World O Mine - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -